Beranda » Blog » Pemerintah Genjot Pengembangan PLTS di 2025

Pemerintah Genjot Pengembangan PLTS di 2025

Pemerintah Genjot Pengembangan PLTS di 2025: Dari Atap Rumah Hingga Proyek Raksasa Per Desa


plts-1

plts-1

 

Jakarta, Indonesia – Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam mengakselerasi transisi energi dengan menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu pilar utama pada tahun 2025. Berbagai rencana ambisius, mulai dari penambahan kuota PLTS atap untuk masyarakat hingga program elektrifikasi desa berskala besar, telah disiapkan untuk mendorong pemanfaatan energi bersih di tanah air.

Landasan utama dari rencana ini tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025-2034, yang telah disahkan. Dokumen strategis ini memberikan porsi signifikan bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT), dengan target penambahan kapasitas PLTS sebesar 17,1 Gigawatt (GW) selama periode sepuluh tahun ke depan.

plts-2

plts-2

 

plts-3

plts-3

Untuk tahun 2025 sendiri, berikut adalah fokus dan rencana utama pemerintah terkait PLTS:

 

1. Target Kapasitas dan Bauran Energi

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kapasitas terpasang PLTS di Indonesia dapat mencapai 1 Gigawatt (GW) pada tahun 2025. Angka ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memenuhi target bauran EBT nasional sebesar 23% pada tahun yang sama, meskipun berbagai pihak mengakui target ini sebagai tantangan yang berat.

 

2. Pembukaan Kembali Kuota PLTS Atap

 

Merespons animo masyarakat dan industri yang tinggi, pemerintah melalui Kementerian ESDM akan membuka kembali dan menambah kuota pemasangan PLTS Atap mulai 1 Juli 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat kembali menggairahkan pasar PLTS skala kecil dan menengah setelah sebelumnya sempat dibatasi. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 yang menjadi landasan baru bagi pengembangan PLTS Atap.

 

3. Program Elektrifikasi Desa Skala Besar

 

Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program yang sangat ambisius, yakni pemasangan PLTS dengan kapasitas 1 hingga 1,5 Megawatt (MW) di setiap desa di seluruh Indonesia. Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, program jangka panjang ini berpotensi menghasilkan kapasitas total hingga 100 GW secara nasional. Pada tahun 2025, program ini diperkirakan akan memasuki tahap kajian kelayakan dan perancangan detail untuk memastikan keekonomian proyek.

 

4. Pengembangan PLTS Skala Besar Lainnya


plts-4

plts-4

 

Selain program per desa, pemerintah juga terus mendorong proyek-proyek PLTS skala besar lainnya, termasuk:

  • PLTS Terapung: Pemerintah aktif mendorong kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memanfaatkan waduk-waduk yang ada sebagai lokasi instalasi PLTS terapung. Potensi dari PLTS jenis ini di Indonesia diperkirakan mencapai 89 GW.
  • PLTS Ground-Mounted: Pembangunan PLTS di darat dalam skala utilitas tetap menjadi bagian dari strategi untuk mencapai target dalam RUPTL.

Rangkaian rencana ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menjadikan energi surya sebagai tulang punggung dalam transisi energi nasional. Dengan dukungan regulasi yang lebih jelas melalui RUPTL 2025-2034 dan program-program yang menyentuh langsung masyarakat serta proyek skala besar, tahun 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi percepatan adopsi PLTS di Indonesia.

plts-5

plts-5

Komentar (1)
  • A WordPress Commenter

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Balas28 September 2025 12:03 pm

Balas Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

error: Content is protected !!
expand_less